Kategori: Cerpen

Kami Netral Saja

Pagi di rumah Bu Fatimah selalu dimulai dengan suara minyak panas yang mendesis pelan. Di atasnya, adonan bakwan—campuran tepung, bumbu halus, irisan kubis, wortel, dan daun bawang—jatuh satu per satu, lalu mengembang keemasan. Aromanya gurih. Hangat. Mengundang. “Budi, sini dulu. Kopinya sudah Ibu buatkan,” panggil […]

Read more