Pengalaman Belajar di Kelas SEO Online Premium Batch #4

Kali ini saya mau berbagi pengalaman belajar di Kelas SEO Online batch #4 yang berlangsung selama dua minggu. Terhitung sejak 11 Desember sampai tanggal 26 Desember 2020.

Sebenarnya sudah lama saya ingin mengikuti kelas SEO Premium yang diampu oleh dua coach ahli di bidang SEO, Mas Irwin dan Mas Pewe. Sejak batch berapa ya punya niat ikut kelas berbayar ini? Hehe pokoknya sejak bulan Juli.

Bulan Juli 2020 lalu saat mengikuti kelas SEO online gratis, saya mendapatkan tugas mereview kelas tersebut dan juga mengumumkan kelas premiumnya sekalian. Di situ saya mulai berkenalan dengan kelas SEO Online Premium ini. Sayangnya, waktu itu saya masih khawatir belum bisa mengikuti ilmu yang diajarkan oleh Mas Irwin dan Mas Pewe, maka saya menunggu sampai siap. Maklum newbie. Xixixi

Seiring waktu, dari bulan Agustus sampai akhirnya bulan Desember 2020, saya memberanikan diri mendaftar. Cie, yang sudah yakin bisa menyerap ilmu SEO, wkwk…. (walau pas materi harus pusying-pusying ria). Iya dong, kan semakin hari harus bertambah skill bloggingnya. Kalau kata coaches, harus “naik kelas”.

Yaps, ikut kelas berbayar ini niatnya memang ingin naik kelas. Jika tadinya hanya bisa ini, sekarang bisa itu. Apa itu? Ilmu SEO yang memang perlu sekali dimiliki para blogger. Kenapa SEO? Pasti temen-temen blogger sudah tahu ya alasannya. Ingin tulisannya ditemukan dan dibaca oleh sebanyak mungkin pencari informasi di mesin pencarian (serach engine). SEO (search engine optimization) sendiri merupakan rangkaian cara supaya konten kita bisa masuk halaman muda mesin pencari seperti Google, Bing, dan sebagainya. Gimana? Keren, kan?

Hanya itu tujuannya? Bagi saya pribadi, ada beberapa tujuan yang ingin saya capai. Belajar di kelas SEO Online Batch #4 ini selain bertujuan mendapatkan traffic organik dari mesin pencari, juga tentunya ada tujuan lainnya. Apa saja? Nanti saya akan sampaikan.

Perjalanan Singkat Hingga Memutuskan Menjadi Blogger

kelas SEO Online adalah untuk menaikkan skill blogging
ngeblog untuk apa?

Kok bercerita tentang ini? Ya, nggak papa ya teman-teman. Eh ini ada kaitannya kok dengan tujuan saya ikut kelas SEO Online berbayar ini. Kalau mau nyimak, boleh baca sampai akhir.

Tahun 2012 Masih Iseng Ngeblog untuk Posting Makalah

Saya memutuskan untuk menjadi blogger secara sungguh-sungguh sejak November 2019 lalu. Masih baru, memang. Namun, bagi saya sih tidak ada kata terlambat selama masih ada kesempatan.

Memang sih, saya sudah mengenal blog itu di tahun 2012 ketika saya kuliah. Namun, waktu itu saya hanya mengisi blog (yang waktu itu pakai platform blogspot gratisan, xixi) sekedar berisi makalah saja. Setiap ada tugas makalah di kampus, saya posting di blog supaya tidak hilang.

Apakah tidak ada keinginan ngeblog waktu itu? Ada. Ada banget. Saya bahkan membeli beberapa buku panduan blog. Mulai dari yang teknis banget hingga yang berisi motivasi supaya sukses di bidang blog.

Hanya saja, waktu itu saya hanya mengenal Adsense sebagai satu-satunya goal sukses sebagai blogger. (Eh, bukannya ngeblog tujuannya berbagi ilmu ya? Atau passion lah, minimal? Wkwk).

Hmm… harusnya gitu ya. Namun, sayangnya sejak 2012 hingga 2014 saya belum punya konten. Menulis pun belum bisa rajin. Ditambah tidak memiliki banyak fasilitas blogging (bayar warnetnya 3 ribu per jam, ngeblog dan utak atiknya bisa 3 sd 4 jam. Nggak worh it deh buat saya. Apakah hanya di Purwokerto yang begitu di tahun 2012 ya? Hihi). Makin-makin jauh panggang dari api. Belum jodoh lah istilahnya.

Tahun 2014 Sampai 2016 Off dari Blog

Sejak 2014 hingga 2016 saya sudah tidak lagi bersentuhan dengan blog sama sekali. Selain fokus kepada tugas akhir S1 serta melanjutkan sekolah pascasarjana plus mengurus rumah tangga, saya juga lebih aktif dengan usaha di rumah serta bisnis online.

Sebab yang paling penting saat itu adalah tidak punya konten sama sekali. Mau nulis apa kalau tidak punya konten? Secara, konten adalah raja. Walau punya sedikit teknis kerena biasa posting makalah, namun tanpa ide konten dan keterampilan menulis, pasti menjalaninya tidak akan lama.

Mulai Kembali Ke Blog, KEB Solo dan Masuk Black Hat SEO

Namun, namanya alur hidup, dunia blog kembali melambai-lambaikan tangannya. Hehe… Ketemu teman kuliah, seorang penyiar di RRI Purwokerto (sebut saja namanya Mbak Dini, eh itu serem.. Langsung aja deh namanya Mbak Desi) yang sedang tertarik dunia blog, mengajak saya menemani dia belajar blog.

Pertama, Mbak Desi mengajak ikut gabung arisan ilmu dengan saudaranya Mbak Ety Abdoel (Ketua KEB Solo). Berangkatlah kita ke Solo dan bertemu emak-emak blogger Solo. Saya dikenalkan kepada Mbak Ety dan juga emak-emak blogger di sana. Sayangnya, sepulang dari sana, kami sama-sama menyadari bahwa ilmu dalam arisan ilmu itu tidak kita pahami. Wkwk lucu sekali. Ah, yang penting silaturahmi dan jalan-jalan. Emang begini, kalau penyuka piknik. Hehe

Kedua, Mbak Desy mengajak saya belajar blog ke Mas Nana (ini nama samaran, wkwk), seorang teman pria yang sudah sukses di dunia blog. “Im, kayaknya susah deh kalau belajarnya ke KEB Solo. Aku punya kenalan, tapi cowok. Kamu mau belajar bareng aku ke dia?” Kurang lebih begitu percakapan kita di kereta Surakarta – Purwokerto.

Supaya tidak terjadi baper dan fitnah, katanya, saya harus menemaninya belajar blog ke Mas Nana secara privat. Satu guru laki-laki dan dua murid perempuan. Nice. Lebih baik begitu sih, katanya.

Apa kebalik ya? Maaf sudah agak lama. Jadi, saya yang sebenarnya minta dikenalin ke Mas Nana supaya diajari blog dan Mbak Desy menemani saya. Lha, pie sih? Baginilah kalau menggali sejarah. Tapi, kalau diingat kembali, sepertinya saya maupun Mbak Desy waktu itu sama-sama ingin belajar blog deh. Pokoknya begitu intinya.

Motivasi kita waktu itu sih hanya ingin penghasilannya. Konon Mas Nana ini bisa sampai dapat 80 juta sebulan dari blog. Akhirnya saya dan Mba Desy pun belajar. Rupanya, ilmu yang beliau ajarkan memang di luar biasa atau tidak biasa dan tidak ada di buku-buku panduan blog yang saya koleksi (padahal cuma 3 buku, wkwk). Ilmu kanuragan blog yang bikin saya ikut gajian 1,6 juta per bulan dengan cepat hanya dengan kerja 2 jam per hari. Lumanyan ya. Namun, karena itu masuk kategori black hat SEO, momen ngeblog sekaligus gajiannya juga ikut berakhir. Cuma gajian 5 atau 6 kali kalau ngga salah.

Kenal Kang Arul dan BRT

Selanjutnya, ketika kuliah S2 di semester akhir, saya bertemu dosen mata kuliah Media Online, Dr. Rulli Nasrullah atau sering dikenal dengan panggilan Kang Arul. Di kelas, beliau sering sekali bercerita tentang kegiatan beliau di luar jam mengajar. Kegiatan yang berkaitan dengan media online, termasuk menceritakan kelas-kelas blogger.

Sampai suatu hari, saya mendapatkan kesempatan bertemu Beliau di luar jam kuliah. Hanya dua kali sih. Pertama, di hotel Dominic, saya, Mbak Desy, Mas Tegar (teman kuliah juga), menemui Kang Arul dan teman-temannya, termasuk di dalamnya ada Mas Pewe. Jujur sih, waktu itu belum ngeh juga. Maklum, mindset adsense masih melekat erat di pikiran saya.

Pertemuan kedua, ketika seminar topik media online di kampus Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP). Di situ saya juga dipertemukan dengan Mbak Monic atau lebih dikenal luas dengan nama lengkapnya Mbak Monica Anggen yang juga merupakan istri dari Mas Pewe. Mbak Monik juga memberikan materi pada seminar tersebut. Setelah seminar itu, saya mulai membuat postingan blog organik walau jarang-jarang. Tulisan saya juga mulai mengadopsi postingan ala ala emak blogger gitu. Soalnya sudah lumayan sering iseng membaca tulisan KEB Solo di grup WA nya.

Pernah Terjun ke Bitcointalk Sebelum Masuk Grup BRT

Oh ya, ada pengalaman yang tidak kalah penting dalam perjalanan blog saya. Agustus tahun 2018 ada teman menjual akun Bitcointalk tingkat Sr. Member kepada suami saya. Nah, pekerjaan di Bitcointalk ini salah satunya menulis di blog tentang proyek-proyek start up di berbagai belahan dunia. Setiap tugas, akan dihadiahi cryptocurrency. Jika teman-teman belum mengenal tentang cryptocurrency dan Bitcointalk, bisa googling ya.

Karena suami tidak punya latarbelakang menulis blog, maka sayalah yang mengerjakan pekerjaan ini. Menulis artikel di blog pribadi dan Medium.com . Ini berlangsung selama 7 bulanan sampai saya menyadari bahwa ternyata harga crypto sedang jatuh. Proses menulis review ini lumayan melelahkan namun hasilnya tidak memuaskan. Harga crypto yang anjlok membuat pekerjaan menulis saya hampir sama sekali tidak mendapat reward apa-apa. Hanya cukup untuk mengganti harga akun Sr. Member tadi. Lebih sedikit. Lumayan kecewa.

Namun, saya menyadari setiap proses pasti ada hikmahnya. Salah satunya saya jadi lebih terbiasa menulis di blog. Saya kadang membagikan link tulisan saya juga di grup WA KEB Solo dan mendapat tanggapan hingga keritik. Ini berguna ketika masuk BRT dan bertemu para Blogger lain serta ada skill minimal sebagai Blogger, yaitu menulis sebagaimana blogger pada umumnya (mungkin).

Lho, proses di situs Bitcointalk ini kan sudah merupakan kegiatan blogging juga? Sebenarnya menulis kampanye start up di Bitcoinlatk.org tidak ada penilaian penulisan. Apalagi SEO. Selama bukan artikel copas, meskipun kita menyadur dari situs start up, masih bisa lolos. Beda sekali dengan blogging yang saya kenal sekarang. Namun, dari kegiatan tersebut lumayan membuat saya terbiasa menulis, khususnya review.

Awal Masuk Grup Blogger Sungguhan

Rangakaian pertemuan dengan KEB Solo, Mas Nana, Kang Arul yang menjadi jalan bertemu Mas Pewe dan Mbak Monic, membuat saya merasa punya chemistry dan tidak merasa sungkan ketika mencoba mengontak Mbak Monik.

Tepat ketika menjelang kehamilan 9 bulan, saat menunggu antrian USG di Rumah Sakit Bunda Arif Purwokerto, saya chat Mbak Monik, dan menanyakan apakah punya grup khusus blogwalking. Saya hanya ingin me-time dan punya wahana menuliskan keseharian saya. Itu saja.

Pertimbangannya, semasa hamil saya sering pusing dan drop sehingga berhenti total dari bisnis online. Saya juga tidak lagi bisa ikut membantu pekerjaan suami. Pertimbangannya, kondisi off dari pekerjaan pasti berlanjut hingga setelah ada bayi. Begitu pikir saya. Banyangan momen mengasuh bayi pernah saya alami ketika anak pertama. Punya bayi membuat saya tidak mudah ke mana-mana dan beraktivitas normal. Bayangan rutinitas yang bisa saya lakukan sebagai kegiatan produktif dan menghibur setelah punya bayi hanya satu waktu itu. Ngeblog.

“Mbak Iim saya masukkan ke grup Blogger Ruang Tunggu Job ya.” Begitu jawab Mbak Monik lewat chatnya. Saya pun mengiyakan. Pokoknya yang penting bisa berinteraksi dengan orang-orang yang hobinya sama. Itu yang saya pikirkan.

Motivasi Memutuskan Menjadi Blogger

Nah, setelah saya menjalani runtinitas blogging yang isinya menulis curhat, saya menyadari beberapa hal.

Pertama, walau hanya curhat, rupanya ngeblog lumayan menyita waktu setiap harinya. Saya asyik dengan hobi, namun suami saya bekerja mencari nafkah siang malam. Lumayan guilty sih walau Pak Suami membolehkan biar saya happy. Selain itu, profesinya juga katanya udah passion, jadi nggak masalah walau kerja siang malam. Ya, tapi tetep aja lah ya nggak nyaman. Apa yang saya lakukan harus ada “faedahnya”.

Kedua, grup WA Blogger Ruang Tunggu Job atau sekarang dikenal dengan BRT ternyata isinya lebih dari sekedar sharing dan silaturahmi sesama blogger. Ada senior-senior yang justru membuat saya ingin belajar lebih. Misalnya Mas Irwin yang pakar di bidang SEO. Saya rupanya masuk sarang blogger beneran nih. Hihi…

Ketiga, saya ingat bahwa konsistensi adalah bentuk menyayangi diri sendiri. Dalem banget (ngutip kata sesama blogger juga, sih waktu blogwalking, haha). Sayang banget, perjalanan selama ini. Walau dulu hanya posting-posting makalah, beli dan baca-baca buku blog walau ilmunya berubah terus, lalu main-main ke Solo dan ikut grup WA KEB Solo, dan sudah terlajur masuk sarang blogger, tentu saya harus punya target yang jelas.

Keempat, satu-satunya skill dan profesi yang strategis (tidak bertentangan dengan kehendak suami, kondisi keluarga, kondisi pandemi, dll) adalah ngeblog.

Motivasi pun datang seiring waktu. Lewat obrolan di grup WA, blogwalking, dan lain-lain. Di antaranya, ingin branding diri melalui blog, punya me time yang tidak hanya passion tapi juga menghasilkan. Saya tahu bahwa mungkin kurang cepat mengenal blog (ngeblog yang beneran, hehe). Tapi tidak apa-apa, tidak ada kata terlambat untuk belajar. Itu juga persoalan rezeki, sih.

Apalagi, belakangan saya juga menyadari selalu datang newbie-newbie lainnya. Saya lihat itu di grup facebook, grup WA, dan sebagainya. Dan, tidak semua orang atau semua blogger punya kesempatan yang sama bertemu orang-orang yang mau mengajarkan ilmunya.

Oh ya, wait… gimana nasib bloggingnya Mbak Desi? Wkwk, ini long story. Mbak Desy mah sebenarnya sudah passion di bidang penyiaran. Singkatnya, ngeblog buat sampingan aja bagi dia. Waktunya sudah penuh dengan siaran di RRI Purwokerto.

Tujuan Mengikuti Kelas SEO Online Premium

Itu tadi perjalanan singkat saya hingga memutuskan menjadi blogger (singkat seperti jalan kenangan kali ya, hihi). Tepatnnya perjalanan sampai memutuskan menjadi blogger. Jadi, apa saja tujuan saya belajar kelas SEO Online Premium Batch #4 ini?

1. Ingin Naik Kelas

Seperti saya singgung sebelumnya, belajar kelas SEO Online Premium ini tujuannya biar naik kelas. Kualitas sebagai blogger meningkat, baik dari segi ilmunya, hingga bahkan mungkin penghasilannya.

Setiap waktu selalu ada blogger baru bermunculan. Tidak mungkin kan, kita diam di tempat dan menyaksikan orang lain berjalan melewati kita begitu saja. Ini berlaku dalam bidang apapun.

Terus katanya kuliah S2 ya? Hay hay… long stoty juga nih. Saya baru lulus November 2020 kemarin. Ya, ada sih tujuan dari kuliah S2 ini. Namun, saya sudah nyaman dengan blog dan memang seperti tadi saya sebutkan. Blogging adalah kegiatan paling strategis saat ini bagi kondisi saya. Semoga konsisten dan mencapai apa yang menjadi tujuan. Doanya ya, teman-teman.

2. Punya Skill Blog yang Lebih Baik

Bedanya apa sama naik kelas tadi? Ya, ini spesifik ke skill ya. Saya menyadari bahwa ilmu blog saya masih terlalu kurang. Masih perlu cara menaikkan traffic, cara menulis sesuai kaidah SEO, cara agar tulisan blog bisa page one, cara menerapkan SEO On page dan Off Page, dan lain-lain.

Kelas SEO Online Premium ini memberikan ilmu-ilmu yang memang saya butuhkan. Ternyata memang benar, ketika kelas berlangsung, saya banyak diberikan ilmu baru dan lumanyan bikin manggut-manggut juga. “Oh, begitu caranya.”

Ya, semoga ilmu dari kelas SEO ini benar-benar saya terapkan dan bisa memberikan hasil sesuai harapan. Bisa tinggi traffik bukan hanya karena kebetulan salah satu postingan viral lalu tidak tahu cara mengembalikan visitor, dong. Alala… curhat punya tulisan viral. Yaps, ketambahan ilmu SEO yang benar-benar berisi dari Mas Irwin dan Mas Pewe ini semoga benar-benar punya tulisan viral yang dilatarbelakangi ilmu, dong. Jadi, traffik organik benar-benar bisa naik terus. Amiin.

3. Memenuhi Syarat Job Menulis

Tidak dimungkiri bahwa job menjadi tujuan juga dalam blogging. Penghasilan blog selain bisa menghidupi blog, juga bisa membuat hobi kita lebih “berfaedah”.

Khusus perempuan yang sudah berkeluarga, mungkin ngeblog seringkali lebih kepada passion dan me time ya. Namun, ketika terjun di dalamnya, kehadiran job ini bisa menambah motivasi juga serta rasa senang menjadi blogger.

Bahkan, tujuan lebihnya, bisa membuat perempuan yang ngeblog bisa mandiri secara finansial. Terutama jika bisa mendapatkannya lebih banyak dan rutin.

Nah, syarat penyelenggara job yang lumanya tinggi ini membuat blogger seperti saya sangat sangat perlu untuk bisa memenuhi syarat. Salah satunya page view (PV) yang tinggi, Domain Authority (DA) yang sesuai, Alexa,dan lain-lain yang semuanya berawal dari ilmu SEO ini.

4. Ingin Punya Traffik Blog yang Lebih Tinggi

Apa bedanya sama yang di atas? Ya, tujuan soal traffik ini saya buat spesifik lagi. Ada tempat khusus kalau soal traffik organik. Siapa yang tidak senang misalnya jika blognya punya banyak pengunjung? Bahkan ingin pengunjung blognya terus meningkat dari waktu ke waktu.

Apakah terlalu idealis? Ya, sebanarnya tujuan SEO ke sana kan ya? Betul pastinya. Kita akan senang jika blog punya banyak pengunjungnya. Jadi, bukan hanya viral secara tidak sengaja. Saya pernah punya 1 artikel viral dengan pengunjung tembus 10.000 PV per bulan juga senang bukan main. Gimana kalau lebih banyak artikel lagi? Tentu lebih senang. Viral secara sengaja dengan ilmu SEO pasti lebih bagus. Semoga. (Ingat, ilmunya harus diamalkan dong)

5. Punya Tiket Eksklusif Masuk KGB2

Apa itu KGB 2? KGB adalah singkatan dari Kelas Growthing Blogger yang merupakan kelas SEO gratis dengan praktek langsung dan ilmunya benar-benar kaya. KGB 2 artinya batch ke 2 setelah KGB 1 nya berjalan kira-kira bulan September 2020 lalu. Nah, yang batch 2 ini insyaalah akan diselenggarakan juga oleh coach yang sama, Mas Irwin dan Mas Pewe.

Banyak blogger mendaftar agar bisa ikut KGB ini. Salah satu cara supaya bisa ikut kelas ini adalah megikuti kelas SEO Online Premium berbayar ini, di samping mendaftar lewat formulir yang dishare secara umum.

Apa bedanya yang berbayar dan yang grartisan? Saya pernah ikut kelas gratisan sebelum KGB 1 (dulu namanya beda) dan isinya benar-benar memberikan dampak signifikan untuk saya. Bisa menerapkan kaidah SEO di blog serta traffik blog saya naik lebih cepat. (Meskipun, belum bisa tertimoni soal traffic ini, lantaran masih curiga efek keberuntungan viral, hehe). Oh, ya DA saya juga naik sehingga bisa memenuhi syarat diterima job lalu lanjut job rutin hingga sekarang.

Nah, saya merasa harus ikut kelas gratisan ini lagi supaya makin lancar ilmunya (awas, bukan dendam gara-gara di-KICK di hari ke 25 ya… wahaha). Apalagi setelah dibekali ilmu SEO Premium, tentu saya harusnya makin siap belajar di KGB 2. Harusnya, ya. Haha soalanya masih pusing juga soal audit blog dan segala materinya. Wkwk

Kesan Pesan dari Kelas SEO Online Premium Batch #4

Dua minggu terasa singkat sekali. (Apakah ini tanda akhir zaman? Wkwk) Lebay ih, hehe. Memang kita berada di akhir zaman yang beraktivitas layaknya umat akhir zaman pada umumnya. Apa saja kesan pesannya?

Senang dan Bangga Bisa Mendapatkan Ilmu Eksklusif

Kesan pertama, saya merasa senang dan bangga bisa berkesempatan mengikuti kelas SEO Online Premium ini. Senang ada rezeki untuk bayar, salah satunya. Hihi… Ini ilmu yang mahal lho meurut saya. Bangga juga karena mengetahui lebih banyak tentang SEO dari coach di kelas ini. Ilmu yang jarang orang bagi.

Bisa Mengenal Sesama Blogger

Selain itu, senang juga bisa berkenalan dengan sesama blogger lain. Walau kami tidak berkenalan secara harfiah, “Halo, perkenalkan nama saya…. “ Nggak gitu sih. Komunikasi yang langsung interaksi, mengalir dan bareng-bareng belajar. Banyak di antara mereka yang lebih mumpuni ilmunya. Berada dalam satu kelas (walau sebatas online) biasanya punya hubungan lebih intens. Entah bisa lanjut ke komunikasi personal, saling berbagi informasi, saling kepo satu sama lain, dan sebagainya.

Bisa Lebih Dekat dengan Coachnya

Apa nih maksudnya? Ya, dengan ikut kelas eksklusif seperti kelas berbayar ini, kan bisa berkomunikasi lebih banyak ketimbang hanya di grup umum. Khususnya berkaitan dengan belajar blog. Kalau di grup biasa banyak interaksi berseliweran (walau itu menyenagkan dong, bagian dari silaturahmi). Siapa mereplay siapa, lalu besoknya mereplay dan menaggapi siapa lagi. Ini antara sesama anggota grup ya.

Begitu pula, coach yang punya banyak anggota grup pasti tidak akan begitu mengenal perorangan. Berbeda jika ikut kelas khusus mereka, tentu punya kesempatan mengenal, berinteraksi, dan lain sebagainya. Interaksi lebih intens dengan coach itu bagi saya penting sekali. (Asal pegang hati erat-erat, biar tidak terbegal, huahaha).

Penutup

Setelah bercuap-cuap panjang kali lebar tentang pengalaman belajar di kelas SEO Online Batch #4 ini, saya ucapkan terimakasih untuk dua Coach yang sudah meluangkan waktu membagikan ilmunya. Mas Irwin dan Mas Pewe. Semoga ilmu yang beliau bagi bermanfaat.

Oh ya, semoga tulisan ini ada manfaatnya untuk teman-teman yang baca, dan ada motivasi yang bisa teman-teman dapat. Sekedar bercerita dan berbagi bahagia karena sudah ikut kelas SEO Online Premium ini. Teman-teman yang mau daftar, bisa ikut batch selanjutnya, kok. Oke deh, saya sudahi curhatnya, sampai jumpa di postingan lainnya.

12 pemikiran pada “Pengalaman Belajar di Kelas SEO Online Premium Batch #4”

  1. Saya juga banyak termotivasi mengikuti kelas ini, apalagi saya tergolong newbie dekali, banyak ilmu yang sangat membantu, jadi makin semangat untuk terus utak atiik blog agar tujuan belajar untuk naik kelas segera terwujud

    Balas
    • Betul Mbak… Belajar SEO ini memang nambah PR. Tapi ini penting biar masalah dalam blog yang kita miliki lebih terdeteksi. Kalau ada ilmunya kan bisa kita perbaiki dan blognya makin bagus.

      Balas
  2. Waah, saya blogging sejak 2009 tapi sama sekali belum pernah ikut kelas SEO – nyawa dari blogging itu sendiri (setidaknya untuk saya). Apa di blog ini akan ilmu SEO-nya akan di-share? Kalau ada, sepertinya saya minat menjadi pembaca tetap konten blog ini.

    Balas
  3. Loh pernah gajian dari black hat mba? Saya kok jadi pinisirin mba hahaha
    Tapi ya risiko dari yang instan memang nggak bertahan lama.
    Kelas SEO yang premium memang beda ya mba. Ada yang biasanya tidak di buka untuk umum, eh di kelasnya malah dijelasin detail.
    Semoga 2021 makin keren ngeblognya kak

    Balas
    • Amiin ya Allah.. sukses juga buat Mba Putri… tambah keren blognya.
      Ilmu black hat itu sudah tidak berlaku lagi sekarang mbak, karena dikasih tau pun tidak akan bisa diaplikasikan. Sudah ketahuan sama google. hihi

      Balas
  4. seneng bisa joint di kelas growth ini mbak, apalagi bisa ketemu juga sama mas pewe dan mba monic yang ilmunya oke punya
    aku sendiri sempet ikut kelas seo yang sebelumnya

    Balas

Tinggalkan komentar