Bayi Belajar Berjalan Tanpa Merangkak Dulu, Normalkah?

Saat bayi berusia satu tahun, orang tua akan mulai dihadapkan dengan perkembangan buah hati yang lebih menantang. Bayi belajar berjalan setelah sebelumnya melalui tahapan tengkurap, duduk, dan merangkak. Pada usia bayi ini, orang tua banyak mencari cara anak cepat jalan agar perkembangan motorik kasarnya optimal.

Posisi bayi yang biasanya merangkak mulai merambat ke dinding atau benda sekitarnya. Lalu, orang tua mulai menstimulasi bayi supaya bisa berjalan sendiri walau tertatih-tatih. Kemudian kaki mungilnya mulai menjelajahi berbagai tempat di dalam rumah semakin lancar. Ia mulai berjalan dengan normal. Itulah perkembangan bayi pada umumnya.

Usia 5 Bulan Bayi Saya Belum Mau Tengkurap, Namun Langsung Duduk

Namun, ternyata tahap perkembangan itu tidak berlaku bagi semua bayi. Salah satunya bayi saya. Saat usianya 4 bulan, ia tidak menunjukkan keinginan untuk tengkurap hingga usia 5 bulan. Saya masih menunggu perkembangannya dengan sabar, karena biasanya masih ada batas kemampuan tengkurap hingga umur 6 bulan.

Saya kemudian cukup heran karena pada umur 5 bulan ia mulai mengangkat-angkat kepala dan pundaknya ketika saya mandikan. Ketika saya posisikan tidur terlentang untuk mandi, ia terus mendorong bagian kepala dan bahunya ke depan seolah ingin duduk.

Akhirnya, saya coba dudukkan meski masih belum tegak. Hanya saja, saya tidak berani mendudukkan bayi saya berlama-lama karena memang belum nampak kuat punggungnya.

Seiring berjalannya waktu, ia mulai bisa duduk tegak. Terutama ketika mulai pemberian MPASI (makanan pendamping ASI). Ia sudah bisa duduk tegak di kursi makannya. Ini berlangsung sampai usia bayi saya 8 bulan.

Usia 8 Bulan Mulai Berdiri dan Dititah

Sampai usia 8 bulan ini, saya menemukan sedikit jawaban sebenarnya. Anak saya bukan tidak bisa tengkurap. Namun, tidak mau tengkurap. Mungkin karena tubuhnya yang lumayan gemuk, jadinya ia merasa sesak ketika membalikkan badan.

Sesekali ia berguling dan tengkurap namun tidak mau berlama-lama. Baru sebentar langsung kembali telentang. Jadi, sebenarnya ia agak terlambat tengkurap namun tidak ingin melewati fase ini.

Apa yang terjadi? Bayi saya ini kemudian tidak bisa merangkak. Badannya yang gemuk seolah berat menopang dan mengangkat tubuhnya. Usia ini justru ia mulai meraih-raih tangan saya dan berdiri.

Awalnya ia berdiri dengan tubuh yang masih lemas. Lama kelamaan mulai tegak dan berjalan sambil berpegangan ke tangan saya atau suami saya.

Sekarang Usianya 11 Bulan dan Masih Belajar Berjalan

Kini bayi saya hampir memasuki umur satu tahun. Masa ini biasanya identik dengan momen bayi mulai berjalan. Bayi yang pada umumnya belajar berjalan dengan merambat ke dinding, namun tidak dengan bayi saya. Ia membutuhkan tangan orang tuanya untuk berdiri dan melangkah.

Hanya saja, di usianya 11 bulan, ia mulai bisa berpegangan hanya dengan satu tangan kepada saya. Cukup melegakan karena ada peningkatan dari bulan sebelumnya.

Oh ya, sampai di usia ini, saya belum menedapatkan klaim apapun dari dokter. Walaupun berat badannya cukup berlebih, namun bayi saya masih dinyatakan sehat oleh dokter dan tidak ada masalah.

Apakah saya khawatir? Tentu saja rasa khawatir itu ada. Ketika bayi kita berbeda perkembangannya dengan bayi pada umumnya, pasti ada rasa cemas. Takut ia mengalami keterlambatan, atau malah gangguan kesehatan.

Setiap Bayi Akan Merangkak Sebelum Mulai Berjalan, Ternyata Mitos?

Anggapan orang pada umumnya, bayi pasti merangkak sebelum berjalan. Bahkan saya juga merasakan tekanan orang sekitar yang menganjurkan bayi saya supaya dilatih merangkak dulu agar berjalan dengan optimal.

Padahal, ternyata ada beberapa bayi yang sebenarnya sama dengan anak saya. Saudara saya yang kebetulan gemuk ketika bayi juga tidak merangkak. Begitu pula ada tetangga saya mengalami hal yang sama. Hanya saja, perkembangan bayi seperti ini jarang terjadi. Wajar memang jika saya maupun keluarga sesekali khawatir.

Akhirnya saya menemukan fakta bahwa memang perkembangan bayi merangkak sebalum belajar berjalan rupanya mitos. Hal ini seperti dilansir dari alodokter.com.

Mayoritas anak memang akan mengalami perkembangan berurutan, yaitu tengkurap, duduk, merangkak, belajar berdiri merambat, lalu belajar berjalan. Padahal, jika anak tidak melewati salah satu tahap perkembangan ini bukan berarti anak mengalami keterlambatan motorik. Anak punya tahap perkembangan berbeda satu dengan lainnya.

Hal yang Perlu Orang Tua Waspadai

Meskipun saya menemukan bahwa anak harus merangkak sebelum berjalan adalah mitos, namun tetap perlu mengamati kondisi si kecil. Apa saja yang menjadi catatan ?

Pertama, jika anak tidak bisa menopang kepala dan badannya.
Bila anak nampak lunglai dan tidak memiliki energy untuk bergerak, barulah di sini orang tua perlu waspada. Bisa jadi ketidakmampuan merangkak karena memang ada yang salah dengan kondisi fisik bayi.

Kedua, jika anak tidak bisa berguling sama sekali. Ia juga tidak bisa merayap atau merangkak hingga usia mencapai 1 tahun.

Ketiga, jika bayi hanya menggerakkan satu sisi tubuhn ya saja. Tanda ini termasuk ber bahaya karena bisa jadi gangguan saraf dan otak.

Keempat, bila anak kurang aktif merespon orang tua ketika diajak bermain. Anak menunjukkan gejala tidak semangat dan tidak antusias.

Referensi:
https://www.dancow.co.id/dpc/artikel/tips-membantu-si-kecil-lebih-cepat-berjalan
https://www.alodokter.com/tidak-ada-kata-terlambat-bagi-bayi-untuk-merangkak
https://www.ibudanbalita.com/artikel/4-mitos-terpopuler-seputar-anak-belajar-jalan

Sampai saat ini, anak saya tidak menunjukkan keempat tanda tersebut. Saya cukup lega meskipun masih tetap waspada. Saya dan suami harus aktif mendampingi perkembangannya hingga ia lancar berjalan.

Jika Ayah Bunda punya pengalaman serupa, bayi langsung belajar berjalan tanpa merangkak dulu, silahkan sampaikan di komentar ya. Insyaalah saya akan posting lagi perkembangan bayi saya selanjutnya jika ia sudah bisa berjalan lancar ya, Bun. Doakan semoga anak saya bisa segera berjalan dengan lancar. Sharing is caring.

Tinggalkan komentar