keuangan
pernikahan,  Tips

Penting! 5 Topik Keuangan yang Harus Kamu Bahas Sebelum Menikah

Apabila calon suami atau calon istri kamu tidak bisa diajak berdiskusi tentang topik keuangan, kamu perlu ragu untuk lanjut ke pelaminan bareng doi. Kenapa?

Persoalan ekonomi itu paling penting dalam rumah tangga. Data Litbang 2016 membuktikan bahwa masalah ekonomi merupakan salah satu dari empat pemicu perceraian di urutan teratas.

bahas keuangan dulu, by Pixabay

Masalah ini butuh sekali komunikasi yang terbuka. Mampu bicara dari hati ke hati mengenai keuangan, membuktikan kalian siap berumah tangga. Jika sebaliknya, kamu atau pasangan kamu enggan membahas dan bahkan jika merasa tabu, kayaknya jangan dulu bahas pesta pernikahan deh.

Bagaimana nanti akan menjalani pernikahan jika sejak awal tidak mampu kompromi? Jadi, saking pentingnya, poin ini seharusnya sudah jelas sebelum naik ke pelaminan.

Nggak perlu terlalu kaku dalam membahas keuangan pra menikah. Kamu bisa memulai pembicaraan dengan santai dan informal. Kalau calon pasangan kamu merespon dengan positif, artinya kalian sudah matang dan layak lanjut ke jenjang pernikahan.

Memang, apa saja sih poin-poin ekonomi yang perlu dibahas sebelum menikah?

1# Apakah Kalian Punya Tanggungan untuk Dibiayai?

Sudah lumrah jika seseorang yang akan berumah tangga namun masih punya tanggungan. Kewajiban yang mungkin masih mengikat diri kamu atau pasangan kamu terhadap keluarga masing-masing.

Kamu atau pasangan mungkin masih punya adik yang harus dibiayai karena berbagai kondisi keluarga, orang tua yang mungkin sudah tua, sakit dan sebagainya.

Bicarakan dan bahas ini agar kalian nantinya tidak perlu mempertanyakan lagi jika suami atau istri kalian masih membagi penghasilannya dengan adik, saudara, atau orang tuanya.

Kalau hal ini tidak dibahas sejak awal, pasti akan menjadi unek-unek. Mau bertanya rasanya canggung, tidak bertanya juga lumayan problem di hati kamu nantinya. Padahal, itu sangat penting bagi pasangan kamu. Jika sedikit saja kamu menghalangi atau tidak suka, pasti jadi pertengkaran.

Jangan salah, banyak lho orang mengeluh, “Aneh, suami aku sudah berkeluarga kok masih saja mentingin adiknya. Uang belanja juga kurang, ini masih dibagi dengan uang sekolah adiknya.”

Jika sejak awal tidak ada kejelasan, wajar kalau istri atau suami jengkel. Ekonomi dalam rumah tangga akan terasa milik berdua saja nantinya. Jika dibagi kepada orang lain, tentu memicu konflik. Walaupun itu dengan keluarga sendiri.

Berbeda bila sudah dibicarakan sejak sebelum menikah dan kalian setujui itu. Malah mungkin kalian akan saling mendukung. Bisa jadi, yang punya tanggungan itu suami, namun karena istri sudah paham sejak awal, istri ikut menopang biaya tanggungan itu. Jadi nyaman kan?

2# Berapa Penghasilan Masing-masing? Jangan lupa, sampaikan apakah punya cicilan juga.

Pembahasan selanjutnya adalah mengenai gaji kalian. Berapa jumlahnya harus transparan ya.

Bila kalian atau salah satu kalian pengusaha, bisa sampaikan rata-rata saja. Kisaran pendapatan perbulan berapa.

Namun, jangan lupa, jika kamu punya cicilan perlu disampaikan juga ke calon kamu supaya nggak ada kekecewaan. Misal gaji kamu 10 juta tapi masih ada cicilan mobil 2 tahun lagi. Jadi, gaji yang free tanggal 8 juta.

Begitu pula sebaliknya, kamu tanyakan hal serupa. Apakah doi juga punya cicilan? Jika semua jelas, kalian akan punya gambaran keuangan nantinya.

3# Pembagian Tugas Keuangan, Apakah Suami Saja atau Bersama-sama

Tidak jarang, perempuan yang memutuskan untuk berhenti bekerja setelah menikah lho. Jadi, jangan karena calon istri bekerja, maka kalian melewatkan soal ini.

Yaps, konsep rumah tangga setiap pasangan berbeda-beda. Tergantung kesepakatan masing-masing. Ada yang nyaman bekerja dua-duanya ada juga yang ingin istri fokus di rumah saja.

Jangan lupa, diskusikan juga apakah istri akan bekerja atau menjadi full time wife ya. Kalau istri tidak bekerja, otomatis pemasukan hanya dari satu sumber saja, yaitu suami.
Oh ya, menutuskan apakah istri bekerja atau full time wife itu berhubungan dengan prinsip calon istri lho. Jadi, usahakan mengenai ini, kalian bicarakan dengan penuh keterbukaan.

Ada sebagian laki-laki yang tidak ingin istrinya bekerja dengan berbagai alasan. Ada juga yang mempersilahkan, bahkan mungkin merasa terbantu.

Begitu juga istri. Ada yang merasa bahwa profesinya sangat penting sehingga tidak bisa diubah oleh kehadiran pernikahan maupun anak. Ada juga yang mengalir saja. Bekerja maupun tidak, asal nyaman dijalani. Bahkan ada juga yang memang tidak ingin bekerja setelah menikah.

So, pastikan dulu sebelum menikah ya. Jangan sampai ada prinsip hidup yang berbenturan sehingga memicu konflik berat.

4# Rencana Keuangan Selama Berumah Tangga

Wah, kok detail banget? Kenapa ngga ngalir aja nanti pas udah nikah?

Eits, jangan keliru ya Sobat Muda… Hal ini juga penting. Kalau ada satu hal penting terkait keuangan ini tidak terbuka sejak sebelum menikah, bisa juga jadi kerikil dalam rumah tangga kalian nanti.

“Bukannya kerikil dalam rumah tangga itu biasa? Nanti kita lewati bersama-sama sebagai bumbu pernikahan.” Mungkin itu pikir kalian.

Nggak salah sih, tapi alangkah lebih baik jika meminimalisir konflik nantinya? Jadi, nanti kalian tinggal mengurusi hal lain yang lebih penting ketimbang bertengkar soal beli rumah atau bangun kios. Gimana? Kan lebih enak jika diperjelas sejak awal ya.

Hal-hal yang perlu kalian sepakati sejak awal biasanya mengenai rumah, kendaraan, usaha, investasi, pendidikan anak, jumlah anak, dsb.

Mengenai rumah kalian nanti misal, apakah mau ngontrak dulu, mau langsung beli jadi, bangun sendiri, atau malah tidak ada rencana beli rumah sama sekali. Misalkan mau terus tinggal bareng salah satu orang tua kalian.

Akan sangat dilema jika dalam pikiran istri misalnya berharap punya rumah sendiri. Tapi, sampai bertahun-tahun lamanya suami tidak merespon dengan alasan bahwa dia anak tunggal dan akan menempati rumah orang tuanya selamanya. Padahal istri tidak ingin sama sekali tinggal dengan orang tua suami.

Bisa dibayangkan bukan?

Begitu pula terkait pendidikan anak, apakah akan menjalani bisnis tertentu di samping pekerjaan yang sedang dijalankan, apakah salah satu pihak suami atau istri tidak ingin anak lebih dari dua, dan lain-lain, itu penting juga untuk kalian perjelas.

Banyak orang konflik besar karena salah satu dari mereka tidak ingin punya anak banyak dengan alasan tertentu yang tidak mudah dikompromi. Atau mungkin ada yang merasa tidak perlu menyekolahkan anak di lembaga yang mahal sedangkan salah satunya sangat idealis soal pendidikan anak nantinya.

Investasi juga perlu dibicarakan lho. Hal ini karena berkaitan dengan menyisihkan sebagian penghasilan kalian nantinya. Jika sudah sepakat, nanti kalian akan berjuang bersama untuk mengatur keuangan supaya bisa sekian persen uang kalian dialokasikan untuk investasi.

Dengan ulasan ini, pasti kalian punya gambaran bahwa ini penting untuk dibicarakan. Gimana menurut kalian?

5# Terbuka dengan Gaya Hidup Masing-masing

Ada beberapa gaya hidup yang khas bagi tiap orang. Apakah punya kebiasaan belanja baju bermerek, apakah senang makan makanan mahal, atau kebiasaan membeli hewan peliharaan.

Semua pasti membutuhkan alokasi dana khusus. Punya kebiasaan makan yang banyak dan suka jajan juga bakal menyedot keuangan lumayan besar lho.

Jadi nantinya nggak akan kaget kalau ternyata pasangan kamu punya hobi makan di restoran. Kalian sudah punya alokasi dana khusus untuk itu.

Saya pernah punya teman yang terus konflik gara-gara suaminya hobi membeli burung peliharaan. Alasannya itu tidak penting dan boros serta tidak begitu berfaedah. Padahal ternyata itu merupakan passion suaminya sejak masih lajang.

Karena tidak pernah membahas ini sejak awal, mereka tidak punya solusi selain menghentikan kebiasaan suami atau bertengkar terus. Padahal, bila sudah ada alokasi anggaran untuk hobi suami, nanti solusinya akan mudah. Misalnya penghasilan kalian sedang menipis, apakah hobi suami ini akan mengalah sementara waktu atau terus dilanjutkan, dengan catatan bahwa suami menanggung biaya itu sendiri.

Ya, memang dalam rumah tangga terencana sekalipun pasti ada hal tidak terduga. Namun, alangkah lebih nyaman jika semua sudah tertata rapi sejak awal. Kalian bisa melenggang ke pelaminan lebih aman dari ancaman konflik keuangan.

Gimana? Sudah membahas poin-poin di atas dengan pasangan atau belum? Jika belum, jangan ragu untuk memulainya ya Sobat Muda..

3 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *