Parenting, Tips

5 Perbedaan Antara Tegas dan Galak dalam Mendidik Anak, Bunda Tipe yang Mana?

Menjaga dan mendidik anak memang penuh tantangan. Apalagi jika orangtua sedang sibuk atau dalam keadaan penuh tekanan.

Sebagai orang tua, seringkali sibuk dengan pekerjaan, atau sesekali mengalami konflik. Mood yang sedang tidak kondusif karena berbagai sebab, bisa sangat rentan dalam menjaga stabilitas emosi ketika menjaga anak-anak.

Kondisi ini seringkali membuat kita bingung sendiri. Apakah ayah bunda galak atau tegas dalam mendidik anak.

Tegas dan galak jelas beda. Tegas adalah sikap yang baik dan mendidik, sedangkan galak kepada anak dapat memberikan dampak buruk bagi mental anak.

Nah, 5 hal ini barangkali bisa membantu para Bunda untuk membedakan apakah tindakan Bunda itu tegas atau galak. Apa saja?

1# Tegas Bersifat Membangun, Galak Lebih Cenderung Menyakiti Hati

Anak kecil kadangkala ngeyel minta mainan. Padahal dalam bulan ini sudah beli dua kali. Orang tua ingin menerapkan pendidikan untuk tidak boros.

Karena anak meminta dengan berteriak-teriak di depan umum, orangtua kadang terbawa emosi dan mungkin bisa mengatakan bahwa anaknya nakal atau nyusahin orang tua. Padahal, jika ingin tegas cukup katakan tidak boleh saja.

Tegas juga bisa mengiringi larangan dengan motivasi yang membangun. Misalnya, jika anak tidak sering beli mainan, nanti uangnya bisa buat beli baju adek yang bagus. Atau cukup menenagkannya dengan digendong, lalu beri pengertian ketika sudah berhenti menangis.

2# Tegas Lebih Mempertimbangkan Situasi, Galak Hanya Mengikuti Emosi

Tegas juga lebih mempertimbangkan situasi. Kapan dan di mana, serta dalam kondisi apa.

Kadang anak kecil melakukan hal yang membuat orang tua malu di depan umum. Tentu saja karena anak belum mengerti tentang perbuatannya. Kadang anak saking antusias nya berbicara, ia seringkali menyela pembicaraan orang lain.

Sebagai orang tua yang harus mendidiknya, pasti tak sabar ingin memperbaiki sikap anak. Tak jarang, jika tidak sabar, orang tua akan langsung menegur anak saat itu juga. Padahal, hal itu bisa membuatnya jadi kehilangan rasa percaya diri bahkan mungkin down.

Sikap tegas akan mempertimbangkan situasi. Anak akan ditegur dan dinasihati, namun saat sudah berada di rumah.

3# Tegas Punya Pendirian yang Kuat, Galak Seringkali Tanpa Dasar

Sikap tegas juga punya ciri ini. Melarang anak jajan es krim misalnya, orang tua punya alasan yang kuat untuk itu. Bisa karena anak sedang batuk pilek atau membatasi konsumsi es krim pada anak. Tujuannya untuk menghindari penyakit. Atau bisa juga ada alasan lain seperti sedang berada di jalan ramai sehingga sulit berhenti di toko es krim.

Sedangkan galak, hanya sekedar marah ketika anak minta es krim di tengah jalan. Emosi yang diutamakan, bukan karena alasan sulit untuk berhenti di toko es krim.

Orangtua tegas akan bicara baik-baik kepada anak dan menerangkan alasannya. Bila anak masih memaksa, ia tetap menolak dengan cara baik-baik atau memberikan alternatif beli es krim kalau sudah di rumah saja.

4# Tegas Itu Pake Empati, Sedangkan Galak Hanya Mementingkan Diri Sendiri

Empati itu ikut merasakan apa yang dirasakan lawan bicara, yaitu anak. Ketika akan memberikan aturan, melarang atau memerintah anak, selalu mengedepankan empati. Itu salah satu ciri sikap tegas.

Ada saatnya anak mencoba melakukan suatu hal yang bisa jadi itu perbuatan tercela. Sesekali karena benar-benar lapar dan haus, anak menggunakan uang yang dititipkan untuk menabung di sekolah.

Kita sebagai orangtua mungkin akan marah, cemas dengan perilakunya ke depan.

Orang tua yang tegas tidak akan langsung memarahi apalagi langsung mengambil tongkat untuk memukuli anak. Seperti di film-film “Kita memang miskin, tapi bukan pencuri”.

Memang ada saatnya perlu nada tegas agar anak tahu itu salah. Tapi, lihat dulu dari sisi anak. Mungkin ia benar-benar haus dan lapar sehingga uang jajan yang kita berikan tidak cukup. Atau ada hal lain yang kita tidak tahu.

Orang yang tegas akan bertanya alasannya terlebih dahulu. Ikut merasakan kondisi anak. Namun, jika alasan anak tidak begitu urgen untuk menggunakan uang titipan menabung, baru anak dinasihati bahwa itu perbuatan yang tercela. Bagaimanapun anak harus belajar amanah dan jujur dengan titipan.

Sedangkan galak, tidak memikirkan kondisi dan perasaan anak yang mungkin sebenarnya belum tahu itu perbuatan tidak baik. Tiba-tiba marah dan membentak anak bahwa perbuatannya buruk. Anak akan kaget dan mungkin ke depan akan takut berkata jujur kepada orang tua.

5# Tegas Itu Berorientasi Ke Masa Depan, Sedangkan Galak Tidak Memikirkan Itu

Orang tua tegas akan selalu mempertimbangkan efek jangka panjang setiap sikapnya kepada anak. Memang tidak mudah untuk menahan kata-kata maupun perbuatan saat anak membuat kita marah.

Namun, jika kita sosok orangtua tegas, semua akan dipertimbangkan efeknya. Sebelum bicara, apa dampaknya bagi anak.

Sedangkan orangtua galak, hanya terbawa emosi sesaat. Banyak orang tua beralasan bahwa tindakannya untuk mendidik anak. Namun, tidak jarang efeknya justru tidak baik bagi anak karena semua atas dasar emosi. Mengatakan bodoh supaya anak sadar anak kekurangannya, misalnya. Padahal kata-kata kasarnya yang teringat oleh anak, sedangkan efeknya tidak memberikan peningkatan diri.

Itulah 5 Perbedaan Antara Tegas dan Galak dalam Mendidik Anak. Semoga bisa menjadi gambaran dalam menjaga buah hati kita sehari-hari.Oh ya, tulisan ini terinspirasi dari Hipwee