gemuk itu cantik
Kecantikan

Alasan Bahwa Perempuan Gemuk itu Cantik, Yakin Masih Nggak Pede?

“Saya sih sukanya perempuan itu yang gemuk, Mbak.” Kata salah seorang taman kuliah. “Perempuan gemuk itu cantik dan seger aja gitu liatnya.. hehe” Sambungnya sambil tertawa ringan.

Waktu itu ada obrolan di kelas mengenai penampilan perempuan yang gemuk. Rata-rata temam sekelas saya memang sudah berumah tangga dan memang badannya sudah pada “melar”. Nggak perempuannya, nggak laki-lakinya. Hampir semua montok. Hihi

Namun, namanya perempuan, saya yang tidak terlalu gemuk saja merasa kurang percaya diri dengan tubuh saya. Saya mengatakan bahwa saya berencana olahraga senam aerobik dan diet supaya penampilan fisik terjaga.

Ternyata eh ternyata, dengan serius, teman-teman pria yang notabene bapak-bapak muda (ada juga yang senior), mengatakan bahwa mereka malah menyukai perempuan yang gemuk. Saya yang sudah merasa gembil aja dibilang masih “kurang seger” katanya. Olala… “Kurang mbak Iim. Kamu tuh lebih gemuk aja dikit lagi, pasti lebih bagus.”

Benarkah Perempuan Gemuk Itu Cantik Di Mata Kaum Pria?

perempuan gemuk itu cantik
perempuan gemuk by freepik

Sebenarnya, persepsi gemuk itu cantik masih subjektif. Ya, memang konsep cantik manapun selalu subjektif. Bahkan, perempuan yang dinobatkan sebagai perempuan tercantik di dunia seperti Aishwarya Rai bagi saya pribadi masih relatif.

Mata saya masih menangkap banyak perempuan lain di layar kaca baik film layar lebar maupun televisi, banyak yang lebih eksotik daripada Aish. Meskipun, ya Aishwarya Rai memang memiliki definisi cantik sempurna. Dari atas sampai bawah nyaris tidak punya kekurangan.

Pendapat saya sementara, mungkin standar “tanpa cacat” itu yang menjadi ukuran. Semakin sedikit kekurangan, maka semakin cantiklah dia. Atau bisa juga menggunakan definisi cantik dalam pandangan sains seperti dalam hal ukuran mata, bibir, wajah simetris, tinggi tulang pipi, dan lain-lain. Memang Aish ini kecantikannya tidak bisa ditolak siapapun. Namun, tetap saja seringkali saya pribadi merasakan bahwa kadang-kadang merasa bahwa masih ada perempuan lain yang lebih cantik.

Kembali ke topik.

Begitu juga konsep cantik yang selama ini dipegang oleh orang banyak. Cantik itu langsing, tinggi, putih. Tinggi semampai anti kegemukan. Sehingga gemuk yang merupakan kebalikan langsing, justru menjadikan perempuan tidak mendapat label cantik. Ini karena tidak sesuai dengan kaidah kecantikan tersebut.

Padahal, ternyata ada pria seperti teman-teman di kelas saya yang justru menganggap perempuan gemuk itu cantik. Mereka lebih senang jika istri mereka punya tubuh yang subur. Katanya, lebih seger dan menyenangkan.

Ternyata, Sejarah Mengakui Bahwa Perempuan Gemuk Itu Cantik

Standar kecantikan itu sebenarnya mengalami perubahan setiap zaman. Jika sekarang cantik itu harus langsing, maka pernah ada masa di mana perempuan gemuk itu cantik. Mereka yang punya body jumbo menduduki singgasana kecantikan wanita.

Sebagaimana dilansir dari Kumparan.com, Pada zaman Yunani kuno pada 500 hingga 300 SM. Makin montok perempuan, makin cantiklah dia di mata publik. Begitu juga di masa Renaissance Italia, sekitar tahun 1400 sampai 1700. Cantik malah bukan hanya montok, tapi betul-betul gemuk dan berisi.

Era Ratu Victoria di Inggris juga begitu. Tahun 1837 hingga 1901 wanita berisi lebih mendapatkan pujian. Apalagi jika mereka berwawasan dan cerdas. Hanya saja, di Inggris waktu itu, perempuan walau gemuk tetap dituntut ramping perutnya. Mereka memakai korset untuk menutupinya.

Perempuan Gemuk Juga Menjadi Pujaan di Beberapa Negara

Selain pernah mendapatkan tempatnya dalam sejarah, perempuan gemuk juga masih memiliki tempat spesial di beberapa negara hingga saat ini lho. Hal tersebut membuktikan bahwa persepsi kecantikan itu memang sangat relatif.

Dalam situs terkini.com, ada 5 negara yang menganut persepse berbeda soal perempun yang bertubuh gemuk.

Pertama, Negara Nauru

Wanita Nauru cantik jika gemuk, karena melambangkan kesuburan. Gemuk di sana itu indah. Kepercayaan di sana meyakini bahwa wanita gemuk memiliki energi lebih baik untuk melahirkan anak.

Kedua, Ada Negara Afganistan

Kaum pria di Afganistan lebih senang wanita yang gemuk juga. Perempuan gemuk punya citra sebagai perempuan yang nyaman dalam hidupnya. Maka dari itu, kaum perempuan Afganistan berusaha agar tubuh mereka menjadi subur supaya menarik di mata pria.

Ketiga, Mauritania

Negara satu ini juga menganggap perempuan gemuk itu cantik. Tubuh gemuk adalah lambang kecantikan dan keindahan menurut pria di sana. Malah lebih ekstrim lagi, banyak orang bercerai karena istri tidak bisa mempertahankan tubuh gemuknya. Wah.

Keempat, Negara Kwait

Negara ini menganggap perempuan gemuk memiliki hidup nyaman dan mewah sebagaimana pandangan orang Afganistan. Makanya, perempuan di sana menjaga tubuhnya gara tetap gemuk supaya status sosial suami di mata public.

Kelima, Afrika Selatan

Tingkat AIDS yang tinggi di negara ini terkenal di dunia. Orang Afrika menganggap perempuan kurus terkena AIDS lho. Jadi, supaya tidak dikatakan punya penyakit ini, perempuan di sana berusaha agar tubuhnya lebih subur berisi.

Adanya 5 negara yang menganggap bahwa perempuan gemuk itu cantik menandakan bahwa kecantikan itu selalu relatif. Begitu juga pandangan teman-teman saya di atas juga membuka mata saya pribadi bahwa setiap orang punya definisi sendiri soal cantik. Jadi, kamu yang saat ini merasa bahwa gemuk itu tidak cantik, harus mulai percaya diri.

Definisi cantik yang relative harusnya membuat kamu mulai berpandangan terbuka bahwa tubuh kamu yang lebih berisi dan subur justru punya tempat spesial bagi sebagian orang. Cantik tidak melulu langsing dan kurus. Perempuan gemuk itu cantik kok.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *