Pendidikan Montessori Islam untuk Anak

Memberikan pendidikan pada anak seharusnya menyesuaikan dengan fitrah anak. Ini termasuk bagaimana menggunakan konsep serta metode yang tepat. Selain itu, pendidikan tersebut juga harus mengarah pada target yang jelas yaitu penanaman moral serta budi pekerti sesuai kaidah agama.

Anak usia dini ibarat kertas putih yang polos. Berbagai pendidikan ditawarkan pada anak. Salah satunya Montessori. Seperti apa metode tersebut dan manfaatnya kepada perkembangan anak? Bisakah metode montessori dikolaborasikan dengan nilai-nilai Islam?

Mengenal Pendidikan Montessori Islam

Montessori merupakan metode pendidikan berdasarkan aktivitas kesadaran diri. Pendidikan ini juga mengacu pada permainan kolaboratif serta pembelajaran langsung. Anak-anak akan didorong membuat pilihan yang kreatif di dalam pembelajarannya.

Kemudian para guru juga akan menawarkan kegiatan yang sesuai di dalam memandu proses pembelajaran. Semua anak mempunyai pikiran yang mudah di dalam menyerap beragam informasi. Selain itu, semua anak juga ingin belajar melalui permainan maupun aktivitas tertentu.

Prinsip dasar di dalam Montessori Islam ini adalah pendekatan perorangan di dalam belajar. Pendidikan Montessori juga memadukan pendidikan akademik serta sosial, meningkatkan rasa ingin tahu anak, serta mendorong mereka agar berani bereksplorasi. Nanti keterampilan serta rutinitas yang diajarkan akan diterapkan anak di dalam kehidupan sehari-hari sampai dewasa.

Metode Montessori Islam diterapkan untuk mengajarkan nilai-nilai Islam pada anak dengan cara yang menyenangkan. Tujuannya utamanya adalah untuk menanamkan nilai Islam dan memperkuat tauhid sejak anak berusia dini.

Pada pendidikan Montessori di jenjang PAUD mengajarkan 5 hal utama, yaitu:

  • Kemampuan berbahasa. Anak-anak berlatih berkomunikasi di depan publik. Caranya bisa lewat bercerita atau presentasi kecil.
  • Matematika, anak-anak mengenal ukuran, bentuk benda, serta angka.
  • Budaya, anak-anak belajar sopan santun, tata krama. Misalnya berdoa sebelum makan, mencuci tangan sebelum dan sesudah makan.
  • Sensorik, anak-anak menggunakan alat serta mainan yang mampu melatih indra sensoriknya. Misalnya, pasir, kacang-kacangan, dan lain-lain
  • Kehidupan sehari-hari, anak-anak belajar mengenakan sepatu, membawa gelas dan piring, merapikan isi tas, menyiram tanaman, dan lain-lain.

Montessori Islam berusaha mengkombinasikan 5 hal utama di atas dengan pendidikan keislaman berupa tauhid, adab dan akhlak, sejarah atau kisah, tahsin hingga tahfidz.

Perbedaan Metode Montessori Islam dan Metode Lainnya

Pada dasarnya, pendidikan Montessori Islam memiliki tujuan untuk menanamkan nilai-nilai keislaman pada anak, sama seperti sekolah Islam pada umumnya. Perbedaannya, tujuan ini dicapai dengan menggunakan metode montessori sebagai alatnya. Montessori Islam juga bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta anak kepada agama, sehingga anak akan menerapkan dalam kehidupannya berdasarkan kecintaan, bukan paksaan.

Sebenarnya apa yang anak dapatkan melalui metode Montessori Islam tidak berbeda dari sistem reguler. Ini karena masih ada peran murid serta guru. Akan tetapi, di sekolah reguler guru akan mengajarkan materi atau melakukan aktivitas sesuai yang ada di kurikulum.

Dengan kata lain, anak-anak dipaksa memahami semua hal sesuai yang tertera di kurikulum. Sementara itu, pada sekolah dengan pendidikan Montessori ini anak-anak belajar mandiri.

Anak-anak belajar melakukan aktivitas maupun kebiasaannya sendiri. Misalnya berdoa sebelum makan, mencuci piring setelah makan, merapikan tempat tidur, menerapkan adab sehari-hari seperti adab mandi, adab bangun tidur dan sebagainya. Bukan itu saja, anak-anak yang belajar menggunakan Montessori juga bermain dengan beragam permainan yang sifatnya mendidik dan bukan sekadar untuk kesenangan semata.

Metode Montessori Islam bisa Anda aplikasikan ke berbagai suku, budaya, ras, dan sebagainya. Ini karena pada dasarnya metode tersebut bersifat universal.

Penerapannya pun juga sangat sederhana. Metode ini juga tidak harus menunggu anak-anak sekolah di lembaga formal. Anda bisa mengajari buah hati Anda dengan metode tersebut. Misalnya Anda memberi contoh bagaimana cara memberi makan ikan di akuarium. Sambil anak-anak memberi makan ikan, Anda juga sembari mengajarkan tauhid kepada anak, yaitu bercerita bahwa ikan-ikan di akuarium tersebut adalah ciptaan Allah dan manusia tidak mampu menciptakan ikan seperti itu.

Sudah Paham Konsep Pendidikan Montessori Islam?

Sekian pembahasan mengenai Montessori dan manfaatnya bagi perkembangan anak. Saat ini, Albata merupakan lembaga pendidikan yang berfokus pada Pendidikan Montessori Islam.

Berdiri sejak 2019, lembaga ini mengajarkan pada anak bahwa belajar adalah aktivitas yang menyenangkan. Dengan para pengajar berpengalaman, anak-anak tidak akan bosan dan takut. Setidaknya ada tiga kelas yaitu Toddler (Pop Up Class atau Thematic Class untuk anak usia 1-3 tahun), TPQ (Tempat Pendidikan Quran berdasarkan Qur’an dan Sunnah untuk anak usia 3-13 tahun, serta Kindergarten (Taman Kanak-Kanak untuk anak usia 3 – 6 tahun). Seluruh kelas Albata menggunakan metode pembelajaran Fun Learning berbasis Montessori dan tersedia kelas offline maupun online. Ingin anak mendapatkan Pendidikan Montessori Islam yang baik? Segera daftarkan anak Anda ke Albata sekarang.

You May Also Like

Leave a Reply