masa menyusui
ASI Eksklusif

5 Tips Agar Happy Selama Masa Menyusui

Masa menyusui adalah masa yang sangat bermakna bagi seorang ibu. Begitu pula, ini adalah masa yang berarti bagi si kecil. Momen yang tidak akan terulang.

ASI eksklusif selama 6 bulan serta pemberian ASI yang berlangsung selama 2 tahun. Momen yang tidak sebentar dan perlu kesiapan dari ibu serta dukungan dari keluarga. Ibu juga selayaknya menikmati dan merasa bahagia selama masa menyusui bayinya.

Namun, momen berharga yang tidak akan terulang ini justru seringkali terganggu oleh hal lain. Bila ibu seorang ibu rumah tangga, biasanya banyak gangguan seperti pekerjaan rumah yang terus menerus ada setiap hari. Begitu pula, kadang tuntutan orang sekitar ibu untuk terus berperan sebagai ibu serba bisa.

Akhirnya, masa menyusui si kecil menjadi kurang ibu nikmati. Sebaliknya, bisa terganggu karena kurangnya manajemen diri dalam masa menyusui bayi.

Ada Saja Tantangan Selama Masa Menyusui

Setelah si kecil lahir, perempuan tidak hanya menjadi ibu, tetapi juga ia tetaplah seorang wanita yang punya banyak peran. Ia adalah seorang istri, anak, menantu, pengurus rumah tangga, dan lain-lain.

Tidak heran, banyak ibu menyusui tidak menikmati masa penting bersama buah hati.

Kepikiran Pekerjaan Rumah

Pekerjaan rumah tangga tetap menanti walau ibu punya bayi. Itu tidak bisa dihindari.

Meskipun malam begadang bersama si kecil yang terus terjaga, siangnya banyak pekerjaan rumah yang menjadi beban tanggungjawab ibu. Jika tidak diselesaikan, maka semua bisa berantakan. Alhasil, tenaga ibu harus ekstra demi mengatasi kekacauan yang bisa terjadi jika tidak mengerjakan pekerjaan rumah.

Misalnya cucian. Jika ibu lalai sehari saja tidak mencuci atau tidak menjemur cucian itu, jumlahnya akan berlipat keesokan harinya.

Keadaan demikian yang membuat perempuan meskipun sedang menyusui harus tetap bekerja ekstra untuk membuat rumah tetap nyaman.

Tuntutan Orang Sekitar untuk Berperan Sempurna

Pernah nggak ibu mendapatkan tuntutan orang sekitar untuk memenuhi ini itu sebagai ibu rumah tangga?

Ya, mungkin bukan tuntutan yang diucapkan langsung. Tapi secara tidak langsung. Misalnya, selama menyusui tidak sempat masak. Eh, ada anggota keluarga mengkritik kenapa tidak masak? Kan lebih hemat dan sehat? dan sebagainya.

Padahal, orang lain di luar rumah kita, walaupun paham ibu sedang masa menyusui, mereka tidak benar-benar paham kondisi kita. Orang bilang ibu menyusui tetap seharusnya memasak bisa jadi karena mereka lupa kondisi menyusui seperti apa. Bisa karena orang yang bersangkutan sudah lama tidak merasakan menjaga anak kecil atau bayi. Bisa juga ia belum pernah merasakan momen menyusui kan?

Namanya orang lain, pasti komentar nya hanya dari pendapat sekilas. Sementara kita yang mengalami sendirilah yang paham apa kebutuhan kita. Jadi, untuk apa terlalu terpengaruh tuntutan orang lain, kan?

Kurang Dukungan dalam Mengoptimalkan Bonding, Kualitas dan Kuantitas ASI

Tidak semua orang paham pentingnya masa menyusui. Orang sekitar ibu menyusui juga punya kesibukan dan kepentingan masing-masing. Bila tidak ada komunikasi dari ibu, maka mungkin mereka tidak akan memberikan dukungan seperti yang ibu inginkan.

Salah satunya suami yang benar-benar membantu dan mendampingi ibu. Suami bisa saja mengabaikan kebutuhan ibu untuk makan lebih banyak dan bergizi karena kesibukan suami dalam bekerja. Orang tua atau mertua punya pekerjaan yang menuntutnya untuk fokus pada pekerjaannya.

Oleh karena itu, tidak jarang walau paham kebutuhan dalam mendukung asupan nutrisi serta kualitas ASI, akhirnya ibu menyusui menyerah. Membiarkan kurang makan sayuran, kurang gizi, atau kurang bonding dengan bayi. Ibu terpaksa harus menyelesaikan pekerjaan lain di rumah.

Hasilnya, masa menyusui berjalan kurang menyenangkan bahkan bisa lebih dari itu. Momen menyusui malah menjadi beban dan sangat melelahkan.

Yuk Jalankan 5 Tips Agar Happy Selama Masa Menyusui

masa menyusui yang bahagia
ibu dan bayi yang cantik

Jadi, apa yang harus ibu lakukan supaya bisa menikmati masa menyusui buah hati? Agar masa menyusui berjalan lancar dan menyenangkan, mari terapkan hal ini yuk..

1. Bayi Tidur, Ibu Ikut Tidur

Biasanya ibu muda yang baru punya momongan masih suka merasa bersalah jika ikut tidur setiap bayinya tidur. Alasannya karena banyak tugas lain menanti. Ya, tidak jauh deh tugas berkaitan dengan rumah tangga.

Bukan hanya itu, malah ada juga ibu muda yang terpengaruh mitos. Ibu menyusui jangan tidur siang hari. Alhasil, si ibu akan sangat kelelahan. Mata seperti panda pun jadi hal biasa. Siang tidak boleh tidur, malam begadang karena bayi selalu terbangun dan menangis.

Padahal, sebenarnya istirahat adalah hak bagi ibu. Salah satunya tidur bersama bayi.

Konon, tidur bersama bayi saat masa menyusui akan mempererat bonding ibu dan bayi. Bayi juga akan tidur lebih lama karena setiap kali bangun, ia menemukan ibunya di sampingnya. Bayi pun tidur dengan cukup bersama ibu.

Hey, ini tidak hanya sehat buat fisik dan psikologis ibu dan anak lho… Tapi juga membahagiakan.

Ingat, anak kita tidak akan selamanya bayi kan? Ia akan tumbuh besar dan tidak selamanya bisa kita peluk saat tidur. Jadi, jangan sia-siakan momen ini dengan tugas yang sebenarnya tidak akan ada habisnya. Pekerjaan rumah tangga itu sampai kapanpun akan selalu ada.

2. Bayi Nomor Satu, Pekerjaan Rumah Nomor Sekian

Ya, pekerjaan rumah tangga bagaikan makhluk yang suka beranak pinak. Bisa juga bagaikan tisu yang terus saja nongol ketika satu lembar ditarik. Eh, muncul yang lain. Eh nyambung ngga bun? Hihi

Intinya sih, pekerjaan rumah seperti mencuci piring, baju, menyapu, apalagi masak, itu tidak akan ada habisnya.

Kalau kita seriusi, bisa menyita waktu dan membuat kebersamaan dengan bayi kita terganggu. Sudah, jangan terlalu terbebani dengan semua itu bun.

Pengalaman saya ketika anak pertama itu memang sangat terbebani dengan tugas rumah tangga. Saya pun bergegas menyelesaikan semua setiap kali bayi tidur. Entah siang entah malam. Ternyata itu malah membuat kondisi saya jadi tertekan dan kurang menikmati kebersamaan dengan si kecil.

Akhirnya, saya mencoba mengganti pola pikir. Saya menomorsatukan bayi saya daripada yang lain.

Barulah jika terasa cukup segar dan sanggup, saya akan mengerjakan pekerjaan lain. Bahkan tidak masalah jika tidak selesai. Tapi pada kenyataannya, pekerjaan itu selesai juga kok. Yang penting tidak terlalu terbebani. Sudah.

3. Bantuan Orang Sekitar, Khususnya Suami, Itu Adalah Hak Ibu Menyusui

Jika ada ibu menyusui merasa bahwa semua adalah tugas dirinya, maka itu salah besar. Cek lagi Bun.. Pasti ada kesalahan pola pikir, prinsip, atau hal lain yang mempengaruhi Bunda.

Meskipun bayi lahir dari rahim seorang ibu, tapi menjaga kualitas pengasuhan adalah tanggungjawab bersama. Termasuk yang paling penting adalah suami. Suami adalah orang pertama yang paling penting untuk mendukung kenyamanan selama menyusui.

Bila perlu, suami ikut meringankan beban ibu menyusui dari pekerjaan lain yang bisa mengganggu kualitas bonding dan kesehatan fisik serta psikis ibu menyusui. Entah dengan membantu pekerjaan istri langsung atau mempekerjakan asisten rumah tangga supaya istri tidak harus kelelahan selama masa menyusui.

Selain suami, keluarga besar juga perlu mendukung. Bayi Bunda juga adalah keturunan keluarga besar yang mereka cintai. Pasti keluarga besar bunda ingin yang terbaik untuk bayi Bunda.

Oleh karena itu, jangan ragu mengutarakan keinginan Bunda untuk kenyamanan selama masa menyusui. Entah meminta bantuan kepada ibu atau ibu mertua untuk menggendong bayi Bunda ketika bunda mengerjakan pekerjaan pribadi. Seperti mandi, atau bahkan keinginan merawat diri beberapa saat supaya bunda merasa fresh. Tidak ada salahnya kan?

4. Punya Me Time Untuk Mood Booster

Ini nih yang jarang dimiliki ibu menyusui. Me time.

Memang sih, kondisi menyusui, apalagi bulan-bulan pertama sejak kelahiran buah hati, rasanya agak sulit menemukan me time. It’s oke lah.

Tapi, ketika kondisi kesehatan Bunda sudah pulih, usia bayi sudah mulai besar, maka rasanya sudah waktunya bunda punya me time.

Me time untuk ibu menyusui bisa dengan cara merawat diri, meluangkan waktu untuk hobi, atau sekedar bertemu teman atau orangtua.

Kalau me time versi saya sih yaitu ngeblog dan berkomunikasi dengan sesama blogger via online. Bunda bisa menjalani me time sesuai keinginan Bunda. Oh ya, saya juga merasa me time dengan menelepon orang tua di kampung halaman atau sesekali berkunjung ke rumah mereka. Itu membuat mood booster untuk saya.

Jangan lupa, penting agar suami atau keluarga mengerti bahwa me time tersebut penting untuk bunda. Jangan sampai deh me time malah membuat konflik atau malah menyulitkan bunda sendiri akibat orang sekitar tidak paham.

So, kira-kira, apa me time versi Bunda saat menyusui?

5. Selalu Melek Informasi Soal Perkembangan Bayi

Kenapa ini masuk dalam daftar tips agar happy selama menyusui? Yah, supaya bayi Bunda jauh deh dari segala hal yang tidak diinginkan.

Takutnya Bundanya kebanyakan me time, terus malah kelupaan soal perkembangan bayi. Hihi.. bercanda Bun.

Jadi, sebenarnya mantengin informasi soal perkembangan bayi juga adalah proses membahagiakan lho Bun. Bunda akan selalu mengingat setiap tahapan perkembangan si kecil serta apa yang harus bunda lakukan untuk mendukungnya.

Kalau saya, paling suka mencari Informasi resep MPASI atau menyaksikan perkembangan bayi di YouTube. Asik dan nambah ilmu yang ringan. Sesekali juga browsing di situs-situs parenting khusus informasi yang perlu lewat tulisan yang kredibel.

Jangan heran bila ada teman Bunda yang baru punya bayi, terus media sosial nya banyak share postingan soal parenting, tumbuh kembang anak, resep MPASI, dan sebagainya. Mengapa? Ya, momen mempelajari itu adalah hal menyenangkan dan menarik buat dia.

Meskipun banyak juga orang tua muda yang menikmati proses belajar mengasuh bayinya dan tidak ia bagikan di medsos. Tapi, ya masa itu bisa menjadi hiburan juga.

Psst.. Beda dong dengan proses belajar yang didapat dari omelan tetangga? Hihi

Nah, itulah Tips Agar Happy Selama Menyusui. Mana tips di atas yang terasa berkenan untuk Bunda? Atau Bunda punya tips lain? Share pada kolom komentar ya.

15 Komentar

    • Aldhi Fajar

      mood harus tetap oke, biar asinya lancar. Karena ASI itu lebih dari apapun daripada susu formula. Ini bisa menjadi pembelajaran juga buat ibu muda yang baru melahirkan, sungguh berat ya perjuangan seorang ibu.

  • Samleinad

    Pengetahuan tentang ASI semakin berkembang ya. Tak hanya ibu, ayah juga punya peran penting terhadap pemberian ASI kepada bayi. Bahkan beberapa bulan lalu saya pernah mendengar tentang komunitas ayah ASI. Menarik sekali artikelnya, semoga bermanfaat bagi kita semua

    • Reni Soengkunie

      Ibu menyusui memang rentan akan depresi, sehingga sudah semestinya para ibu ini meluangkan waktu untuk me time sejenak. Hal yang kadang dianggap sepele gitu pada akhirnya kadang berpengaruh juga pada suasana hati dan emosi si ibu. Jadi para ibu sudah seharusnya bahagia dulu, baru membuat bahagia seisi rumah.

  • Wiwin | Pratiwanggini.Net

    Saat anak masih batita, apalagi bayi, saya memilih untuk anak is the first. Pokoknya anak adalah nomor satu. Yang lain silakan ngantri. Dan bener, meskipun rumah berantakan tapi hati saya lebih tenang. Dengan demikian mengasuh anak bisa tetaphappy.

  • Siti Mustiani

    Perlu dicatet atau disimpan nih artikel ini, karena saya mulai intip-intip berbagai tips tentang tugas sebagai seorang ibu dan parenting, dan ternyata mood juga terpengaruh ya kak, mungkin klo aku sih ditemenin makan sama suami dan dia yang gendongin anaknya udah jadi mood sendiri.

  • Damar Aisyah

    Ya ampun, Mbak, itu ulasannya kok aku banget, hehehe. Jadi flash back lagi jaman-jaman menyuusi DuoNaj. Kalau jaman Najwa sih karena kerja jadi gak terlalu full di siang harinya, tapi jaman Najib terasa banget urusan ngASI ini nomor satu. Mau kerjaan seabrek di rumah, ngASI jalan terus. Kapanpun anak mau ya hayukk aja ngASI dulu. Syukur alhamdulillah ya, Mbak. MengASI itu memang rejeki yang nikmatnya tak terhingga.

  • Bambang Irwanto

    Bagus sekali ini tipsnya, Mbak Iim. Karena kalau ibu happy, maka Asi pun lancar dan bagus. Dan saya menggarisbawahi poin 3 soal bantuan itu memang hak Ibu menyusui. Hanya memang terkadang orang lain merasa lebih tau dari kita. Padahal justru si Ibu yang menyusui yang lepih paham sikonnya, dan bisa menentukan cara agar nyaman dan happy di masa menyusui.

  • Pringadi

    memang butuh bahagia saat masa menyusui
    terutama nomor tiga itu harus jadi catatan bagi para laki-laki
    dukungan penuh dari suami dibutuhkan
    verbal terutama harus dijaga

  • Sitatur Rohmah

    Saat seseorang menjadi istri sekaligus ibu,terlebih lagi ia baru saja melahirkan tentu ia harus di dukung oleh orang terdekat terlebih lagi suami.
    Mengapa ? Karena saat ia baru saja melahirkan seorang anak tentu fokusnya lebih ke anak, alangkah baiknya suami yang sementara waktu yang mengerjakan pekerjaan rumah, misal mencuci piring,baju berberes rumah.
    Agar sang istri bisa debgan rileks saat menyusui anak.

    Tapi pada kenyataannya hal tersebut bertolak belakang dengan fakta yang ada, istri dituntut harus mengerjakan semua dalam satu waktu, menyusui anak,rumah,suami,dan lain sebagainya. Belum lagi keluarga suami yang selalu membuat mental drop dengan berbagai ocehan. Semoga hal ini tak terulang

  • Enny

    Setuju banget mbak karena saya juga sudah mengalaminya. Peran suami penting banget buat menyemangati karena ada aja yang bikin down dari omongan orang. Terus me time juga perlu banget. Kalau saya dulu me timenya nonton video lucu atau creambath ke salon.

  • KakaKiky

    Tips-tips agar si ibu bahagia selama masa menyusuinya mantap banget nih bund, disimpen dulu ah karena masih single. Ntar kalau udah punya istri dan si bayi, baru diterapin ahahahahahaha.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *