pernikahan

Lama Berpacaran Tapi Tidak Berjodoh, Benarkah Pasangan Pria yang Jadi Penentu?

Apakah kamu pernah mendengar bahwa berjodoh tidaknya orang pacaran tergantung pihak laki-lakinya?

Mungkin ada di antara kamu pernah mendengar dan ada juga yang belum. Namun, saya sendiri termasuk orang yang sering mendengar ucapan seperti itu.

apakah berjodoh? by Pixabay

Saya pun mengamati banyak pasangan yang belum menikah. Mereka lama berpacaran. Ada banyak yang sampai ke jenjang pernikahan. Namun, tidak sedikit juga yang kandas dan malah berjodoh dengan orang lain yang baru kenal sebentar.

Lumayan ngenes memang kalau menyaksikan kasus kedua, lama pacaran tapi tidak berjodoh.

Plis jangan baper dulu ya Sobat Muda.. Tulisan ini memang subjektif, tapi saya selalu ingin mengajak pembaca berpikir logis berkaitan dengan relastionship.

Ketika kamu dan pasangan sudah lama berpacaran, kamu perlu mulai warning bila apa yang saya tulis di sini ada pada diri kamu (jika kamu pihak laki-laki ) atau ada pada pasangan kamu (jika kamu perempuan). Bisa jadi kalian benar-benar jodoh atau malah bisa kandas.

Kenapa pihak laki-laki menjadi tolak ukur jadi tidaknya menikah? Walaupun masih sebatas kata orang, namun bisa kita ulik alasannya. Pertama, karena budaya patriarki di negara kita masih kental. Meskipun soal gender (misal dalam masalah ekonomi keluarga) sudah lumayan setara, tapi sepertinya tetap saja laki-laki yang menjadi kunci suatu hubungan. Faktor kedua, karena masyarakat kita berpaham bahwa imam keluarga adalah suami. Eh ya, faktor ketig apaling penting, karena yang melamar juga pasti harus pihak laki-laki kan?

Maka, tidak heran jika suatu hubungan pacaran ingin lanjut ke pernikahan, meskipun sepasang sejoli sudah serius dan ingin mengakhiri masa lajang, tetap saja pihak laki-laki yang ditunggu kedatangannya ke rumah pihak perempuan. Tidak lain, itu 1untuk formalitas dan menegaskan niat untuk menikah.

Nah, bagaimana dengan hubungan pacaran yang sudah lama namun berpotensi tidak jodoh? Sebelum terlanjur baper dan penuh tragedi, sebaiknya amati karakteristik pasangan laki-laki kamu ya.. Supaya kamu dan (juga) pasangan bisa antisipasi terhadap kemungkinan pahitnya. (Maap nih kaum laki-laki, karena terlanjur segalanya tergantung pada Anda, hiy… )

1# Laki-laki yang Belum Siap untuk Menikah

Hal pertama yang perlu kamu cek pada pasangan laki-laki kamu adalah kesiapan doi untuk menikah. Apakah sudah cukup modal, mental, maupun niat untuk menikah?

Jika belum siap, misalnya doi belum bekerja, belum selesai pendidikannya, masih senang bermain dan bersenang-senang, atau bahkan secara terang-terangan mengatakan belum siap menikah, kamu harus wanti-wanti lho.

Tapi, bukan berarti tidak ada usaha ya. Kamu bisa berkomunikasi secara lugas dan tentunya dengan baik-baik bahwa kamu ingin melanjutkan hubungan kalian ke jenjang serius. Berikan pengaruh kepada doi untuk mulai memikirkan itu. Kalau dibicarakan baik-baik, bisa saja doi luluh dan mulai untuk merajut masa depan denganmu.

Ingat ya Sobat Muda, kesiapan juga bukan hanya modal keinginan saja. Pastikan calon suami kamu benar-benar siap segala sesuatunya. Kalau ternyata belum juga menunjukkan kesiapan, rasanya kamu jangan terlalu berharap dulu untuk bisa ke pelaminan bareng doi. Cinta sih, tapi logika juga selalu nyala ya Ladies…

2# Tidak Berniat Menjadikan Kamu Sebagai Istrinya? Jleb!

Ada yang begitu? Saya yakin banyak. Cek lagi, apakah pacar kamu salah satunya?

“Hei bro semua, kamu mau nggak jadi pacar si A?”, Tanya seorang mahasiswa kepada teman-temannya di kafe.

“Mau dong. Cewek cantik kaya gitu siapa yang nolak.” Sahut salah satu temannya.

“Kalau jadiin dia istri? Gimana?” Tanya dia lagi.

“Hmm… kayaknya ngga deh. Si A tuh cocoknya jadi pacar aja. Kalau jadi istri, aku mikir-mikir. Hehe” Jawab temannya sambil tertawa.

Saya yang menyimak obrolan mereka lumayan speechless. Jadi, buat laki-laki ada tipe perempuan yang cocok buat jadi pasangan hidup dan ada yang hanya ingin dia jadikan pacar semata.

Saya sih, kurang paham gimana suatu hubungan yang hanya ingin pacaran saja. Tapi, kayaknya kamu sebagai perempuan harus bisa mengendus niat pasangan laki-laki kamu deh. Apakah doi hanya ingin pacaran saja dengan kamu atau memang punya keinginan menikah.

Kalau bisa sih, ada keterbukaan antara kalian. Hubungan kalian itu serius atau tidak. Jadi, tidak ada istilah PHP (Pemberi Harapan Palsu) nantinya.

Jika kamu termasuk perempuan yang ingin menjalin hubungan serius, sebaiknya ada dua hal yang perlu kamu lakukan. Pertama, jika kamu sendiri merasa diri kamu sudah memiliki kesiapan menjadi seorang istri, maka kamu mulai tentukan keputusan untuk hubungan kalian. Lanjut atau sudahi.

Kedua, jika sebenarnya doi sendiri sudah punya potensi untuk menikah namun tidak berniat menjadikan kamu istri, berarti ada yang perlu dikoreksi nih. Bisa jadi kamu kurang meyakinkan buat doi.

Banyak faktor sih kenapa seorang gadis kurang meyakinkan untuk dijadikan istri. Mungkin kamu terlalu nampak manja, padahal kamu itu tangguh. Bisa juga ada salah paham terhadap keluarga kamu. Misal pacar kamu baru satu dua kali berkunjung ke rumah kamu. Kebetulan orang tua kamu memberikan kesan kurang menyenangkan sehingga doi merasa langsung ragu buat lanjut menikah. Itu contoh saja sih. Coba cek lagi aja.

Semua memang harus jelas dan terbuka. Siapa tahu doi hanya salah paham.

Tapi, kalau memang benar ada hal yang membuat doi nggak cocok, plis…. ini nih. Poin ini yang butuh lapang dada banget. Terima kenyataannya ladies… Terima kejujuran pasangan kamu.

Jujur kalau dia nggak suka satu hal dari kamu saat jadi istri nanti. Misalnya dia ngga mau pisah dari rumah orang tuanya, ngga mau istrinya nanti bekerja, dan lain-lain. Kalau ternyata itu ngga cocok sama kamu, mending mikir dua kali buat nikah sama doi.

“Emang segampang itu!” Mungkin itu yang kamu pikir. Ladies.. lebih susah lagi kalau konflik beda prinsip dan kamu terlanjur menikah.

Pisah dengan orang yang salah tidak ada apa-apanya ketimbang hidup bersama dengan orang yang terus berbeda haluan.

So, berlapang dada lah dengan kenyataan bahwa doi ngga cocok dengan poin-poin tertentu dari kamu. Beranilah untuk mengambil keputusan, apakah kamu mau bertahan atau melepaskan doi. Dibalik yang tidak cocok, pasti di luar sana ada pria yang sejalan dengan prinsip dan menerima kekurangan kamu kok…

3# Selalu Ada Saja Alasannya

Laki-laki yang sungguh-sungguh ingin menikah, pasti akan memperjuangkan hubungan kalian hingga jenjang pernikahan. Apapun rintangannya selama masih batas wajar pasti ia taklukkan.

Berbeda jika calon suami (pacar) kamu tidak begitu ingin segera menikah, pasti ada saja alasannya. Entah ingin usaha dulu, ingin bekerja dulu dengan penghasilan sekian, orang tua belum merestui, masih belum ada waktu yang tepat untuk melamar kamu, dan sebagainya.

Meskipun bukan alasan yang dibuat-buat, ya bisa jadi itu alasan yang memang benar menghalangi dia untuk menikahi kamu, tetap saja calon suami tersebut perlu kamu nilai ulang untuk jadi jodoh.

Bagaimana jika kamu menikah dengan laki-laki yang belum siap? Pasti banyak masalah yang timbul di awal pernikahan nantinya. Bahkan bisa terus menerus dilema jika tidak kunjung diperbaiki.

Itu yang alasannya sungguh-sungguh ya, apalagi laki-laki yang seolah selalu membuat alasan saat diminta datang melamar ke rumah. Atau sekedar say hai ke orang tua kamu di rumah.

Jangankan punya inisiatif sendiri, diminta untuk datang saja banyak alasan. Kayaknya itu sih sudah jelas si pria memang nggak begitu greget buat nikah.

Kalau sudah ada sikap kaya gitu, kamu yakin bakal berjodoh sama doi?

Itulah sedikit ulasan saya tentang hubungan pacaran yang sudah lama namun berpotensi tidak jodoh. Memang, tidak bisa dipungkiri, pihak laki-laki yang menjadi kuncinya.

Kalau laki-laki nya semangat untuk menikahi kamu, kebanyakan kasus sih pasti jadi jodoh. Ya, dengan syarat, orang tua kamu merestui doi. Pasti ngga sulit buat kalian menikah.

Sebaliknya, jika pasangan kamu menunjukkan tiga gejala di atas, kamu perlu wanti-wanti nih. Ya, wanti-wanti buat ngga terlalu berharap bisa menikah sama doi, memberanikan diri untuk melepaskan doi, lalu mencari calon lain yang memang cocok dan siap menikah. Logis aja.

Hey, cinta itu dimulai sejak akad nikah lho.. Karena setelah menikah, kalian akan berjuang bersama dalam suka duka. Kalian juga akan tampak secara utuh lahir batin satu sama lain. Maka, cinta yang tumbuh di antara kalian bukan lagi cinta halu, tapi benar-benar sejati.

Be logic and brave, Ladies…

3 Komentar

  • Kang Syahri

    Waah kalo menurut saya itu ciri laki-laki egois. Gak semestinya lah laki-laki itu sebagai penentu. Dengan berbagai macam alasan yang dikemukakan si lelaki sebenarnya itu hanya alasan yang tidak masuk akal. dan emang sebenarnya gak ada niat untuk serius

  • Aldhi Fajar

    Menikah adalah hal yang sangat sensitif memang, entah dari pihak manapun. Tapi klo memang udah niat dan cocok baiknya langsung disegerakan, rejeki udah ada yg atur hehehe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *